Pengertian PHP dan MySQL
1.Pengertian PHP
PHP adalah
bahasa pemrograman script yang paling banyak dipakai saat ini. PHP banyak
dipakai untuk memrogram situs web dinamis, walaupun tidak tertutup kemungkinan
digunakan untuk pemakaian lain.
Contoh terkenal dari aplikasi PHP adalah forum (phpBB) dan MediaWiki (software di belakang Wikipedia). PHP juga dapat dilihat sebagai pilihan lain dari ASP.NET/C#/VB.NET Microsoft, ColdFusion Macromedia, JSP/Java Sun Microsystems, dan CGI/Perl. Contoh aplikasi lain yang lebih kompleks berupa CMS yang dibangun menggunakan PHP adalah Mambo, Joomla!, Postnuke, Xaraya, dan lain-lain.
Sejarah PHP
Pada awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (Situs Personal). PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama FI (Form Interpreted), yang wujudnya berupa sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web.
Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi open source, maka banyak programmer yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.
Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.
Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998, perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0 dan singkatan PHP dirubah menjadi akronim berulang PHP: Hypertext Preprocessing.
Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.
Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.
Kelebihan PHP dari bahasa pemrograman lain
* Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaanya.
* Web Server yang mendukung PHP dapat ditemukan dimana - mana dari mulai apache, IIS, Lighttpd, hingga Xitami dengan konfigurasi yang relatif mudah.
* Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis - milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.
* Dalam sisi pemahamanan, PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah karena memiliki referensi yang banyak.
* PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin (Linux, Unix, Macintosh, Windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah system.
Contoh terkenal dari aplikasi PHP adalah forum (phpBB) dan MediaWiki (software di belakang Wikipedia). PHP juga dapat dilihat sebagai pilihan lain dari ASP.NET/C#/VB.NET Microsoft, ColdFusion Macromedia, JSP/Java Sun Microsystems, dan CGI/Perl. Contoh aplikasi lain yang lebih kompleks berupa CMS yang dibangun menggunakan PHP adalah Mambo, Joomla!, Postnuke, Xaraya, dan lain-lain.
Sejarah PHP
Pada awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (Situs Personal). PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama FI (Form Interpreted), yang wujudnya berupa sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web.
Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi open source, maka banyak programmer yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.
Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.
Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998, perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0 dan singkatan PHP dirubah menjadi akronim berulang PHP: Hypertext Preprocessing.
Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.
Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.
Kelebihan PHP dari bahasa pemrograman lain
* Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaanya.
* Web Server yang mendukung PHP dapat ditemukan dimana - mana dari mulai apache, IIS, Lighttpd, hingga Xitami dengan konfigurasi yang relatif mudah.
* Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis - milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.
* Dalam sisi pemahamanan, PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah karena memiliki referensi yang banyak.
* PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin (Linux, Unix, Macintosh, Windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah system.
Fungsi PHP Dalam Pemrograman Web
Untuk membuat halaman web, sebenarnya
PHP bukanlah bahasa pemrograman yang wajib digunakan. Kita bisa saja membuat
website hanya menggunakan HTML saja. Web yang dihasilkan dengan HTML (dan CSS)
ini dikenal dengan website statis, dimana konten dan halaman web bersifat
tetap.
Sebagai
perbandingan, website dinamis yang bisa dibuat menggunakan PHP adalah situs web
yang bisa menyesuaikan tampilan konten tergantung situasi. Website dinamis juga
bisa menyimpan data ke dalam database, membuat halaman yang berubah-ubah sesuai
input dariuser,
memproses form, dll.
Untuk
pembuatan web, kode PHP biasanya di sisipkan kedalam dokumen HTML.
Karena fitur inilah PHP disebut juga sebagai Scripting Language atau
bahasa pemrograman script.
Sebagai contoh penggunaan PHP, misalkan
kita ingin membuat list dari nomor 1 sampai nomor 10. Dengan menggunakan HTML
murni, kita bisa membuatnya secara manual seperti kode berikut ini:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
|
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>Contoh list dengan
HTML</title>
</head>
<body>
<h2>Daftar Absensi
Mahasiswa</h2>
<ol>
<li>Nama Mahasiswa
ke-1</li>
<li>Nama Mahasiswa
ke-2</li>
<li>Nama Mahasiswa
ke-3</li>
<li>Nama Mahasiswa
ke-4</li>
<li>Nama Mahasiswa
ke-5</li>
<li>Nama Mahasiswa
ke-6</li>
<li>Nama Mahasiswa
ke-7</li>
<li>Nama Mahasiswa
ke-8</li>
<li>Nama Mahasiswa
ke-9</li>
<li>Nama Mahasiswa
ke-10</li>
</ol>
</body>
</html>
|
Halaman
HTML tersebut dapat dibuat dengan mudah dengan cara men-copy-paste tag <li>sebanyak
10 kali dan mengubah sedikit angka-angka no urut di belakangnya. Namun jika
yang kita inginkan adalah menambahkan list tersebut menjadi 100 atau 1000 list,
cara copy-pastetersebut menjadi tidak efektif.
Jika menggunakan PHP, kita tinggal membuat perulangan for sebanyak 1000 kali
dengan perintah yang lebih singkat seperti berikut ini:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
|
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>Contoh list dengan
PHP</title>
</head>
<body>
<h2>Daftar Absensi
Mahasiswa</h2>
<ol>
<?php
for ($i= 1; $i <= 1000; $i++)
{
echo "<li>Nama Mahasiswa ke-$i</li>";
}
?>
</ol
</body>
</html>
|
Dengan menggunakan kode baris yang bahkan lebih sedikit, kita
dapat membuat list tersebut menjadi 1000 kali, bahkan 100.000 kali dengan hanya
mengubah sebuah variabel $i.
PHP tidak hanya dapat melakukan pengulangan tersebut,
masih banyak hal lain yang bisa kita lakukan dengan PHP, seperti menginput data
ke database, menghasilkan gambar, menkonversi halaman text menjadi PDF,
management cookie dan session, dan hal lainnya yang akan kita pelajari
di dalam tutorial belajar PHP di duniailkom.
2.Pengertian MySQL
MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL.
Relational Database Management System (RDBMS)
MySQL adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). Dimana setiap orang bebas untuk menggunakan MySQL, namun tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial. MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam database sejak lama, yaitu SQL (Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian database, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis. Keandalan suatu sistem database (DBMS) dapat diketahui dari cara kerja optimizer-nya dalam melakukan proses perintah-perintah SQL, yang dibuat oleh user maupun program-program aplikasinya. Sebagai database server, MySQL dapat dikatakan lebih unggul dibandingkan database server lainnya dalam query data. Hal ini terbukti untuk query yang dilakukan oleh single user, kecepatan query MySQL bisa sepuluh kali lebih cepat dari PostgreSQL dan lima kali lebih cepat dibandingkan Interbase.
MySQL memiliki beberapa keistimewaan, antara lain :
1. Portabilitas. MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.
2. Open Source.MySQL didistribusikan secara open source, dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara cuma-cuma.
3. ‘Multiuser’. MySQL dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.
4. ‘Performance tuning’. MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.
5. Jenis Kolom. MySQL memiliki tipe kolom yang sangat kompleks, seperti signed / unsigned integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain.
6. Perintah dan Fungsi. MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah Select dan Where dalam perintah (query).
7. Keamanan. MySQL memiliki beberapa lapisan sekuritas seperti level subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta sandi terenkripsi.
8. Skalabilitas dan Pembatasan. MySQL mampu menangani basis data dalam skala besar, dengan jumlah rekaman (records) lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 milyar baris. Selain itu batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.
9. Konektivitas. MySQL dapat melakukan koneksi dengan klien menggunakan protokol TCP/IP, Unix soket (UNIX), atau Named Pipes (NT).
10. Lokalisasi. MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada klien dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa. Meski pun demikian, bahasa Indonesia belum termasuk di dalamnya.
11. Antar Muka. MySQL memiliki interface (antar muka) terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi API (Application Programming Interface).
12. Klien dan Peralatan. MySQL dilengkapi dengan berbagai peralatan (tool)yang dapat digunakan untuk administrasi basis data, dan pada setiap peralatan yang ada disertakan petunjuk online.
13. Struktur tabel. MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan basis data lainnya semacam PostgreSQL ataupun Oracle.
Kesinambungan antara PHP dan MySQL
Penggunaan PHP dan MySQL dapat menjadikan dan memudahkan untuk pembuatan aplikasi secara gratis dan stabil (dikarenakan banyak komunitas developer PHP dan MySQL yang ber-kontribusi terhadap bugs)
MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL.
Relational Database Management System (RDBMS)
MySQL adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). Dimana setiap orang bebas untuk menggunakan MySQL, namun tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial. MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam database sejak lama, yaitu SQL (Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian database, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis. Keandalan suatu sistem database (DBMS) dapat diketahui dari cara kerja optimizer-nya dalam melakukan proses perintah-perintah SQL, yang dibuat oleh user maupun program-program aplikasinya. Sebagai database server, MySQL dapat dikatakan lebih unggul dibandingkan database server lainnya dalam query data. Hal ini terbukti untuk query yang dilakukan oleh single user, kecepatan query MySQL bisa sepuluh kali lebih cepat dari PostgreSQL dan lima kali lebih cepat dibandingkan Interbase.
MySQL memiliki beberapa keistimewaan, antara lain :
1. Portabilitas. MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.
2. Open Source.MySQL didistribusikan secara open source, dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara cuma-cuma.
3. ‘Multiuser’. MySQL dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.
4. ‘Performance tuning’. MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.
5. Jenis Kolom. MySQL memiliki tipe kolom yang sangat kompleks, seperti signed / unsigned integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain.
6. Perintah dan Fungsi. MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah Select dan Where dalam perintah (query).
7. Keamanan. MySQL memiliki beberapa lapisan sekuritas seperti level subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta sandi terenkripsi.
8. Skalabilitas dan Pembatasan. MySQL mampu menangani basis data dalam skala besar, dengan jumlah rekaman (records) lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 milyar baris. Selain itu batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.
9. Konektivitas. MySQL dapat melakukan koneksi dengan klien menggunakan protokol TCP/IP, Unix soket (UNIX), atau Named Pipes (NT).
10. Lokalisasi. MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada klien dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa. Meski pun demikian, bahasa Indonesia belum termasuk di dalamnya.
11. Antar Muka. MySQL memiliki interface (antar muka) terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi API (Application Programming Interface).
12. Klien dan Peralatan. MySQL dilengkapi dengan berbagai peralatan (tool)yang dapat digunakan untuk administrasi basis data, dan pada setiap peralatan yang ada disertakan petunjuk online.
13. Struktur tabel. MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan basis data lainnya semacam PostgreSQL ataupun Oracle.
Kesinambungan antara PHP dan MySQL
Penggunaan PHP dan MySQL dapat menjadikan dan memudahkan untuk pembuatan aplikasi secara gratis dan stabil (dikarenakan banyak komunitas developer PHP dan MySQL yang ber-kontribusi terhadap bugs)
Fungsi-fungsi dalam MySQL
1. mysql_affected_rows
Untuk mengetahui berapa baris (record) yang terpengaruh akibat operasi MySQL
sebelumnya. Struktur: int mysql_affected_rows ([resource $link_identifier]).
2. mysql_close Untuk memutuskan hubungan dengan server MySQL. Fungsi ini tidak harus dipakai karena secara otomatis hubungan ke server MySQL akan terputus setelah eksekusi skrip berakhir. Struktur: bool mysql_close ([resource $ link_identifier]) .
2. mysql_close Untuk memutuskan hubungan dengan server MySQL. Fungsi ini tidak harus dipakai karena secara otomatis hubungan ke server MySQL akan terputus setelah eksekusi skrip berakhir. Struktur: bool mysql_close ([resource $ link_identifier]) .
3. mysql_connect Untuk membuat koneksi dengan server
MySQL. Struktur: resource mysql_connect ([string $server [, string $username [,
string $password [, bool $new_link [, int $client_flags]]]]]).
4. mysql_create_db Untuk menciptakan database MySQL.
Struktur: bool mysql_create_db (string $database_name [, resource
$link_identifier]).
5. mysql_data_seek Untuk menggerakan secara internal
penunjukan baris (record) yang merujuk pada $result MySQL. Selanjutnya, untuk
memperoleh hasil penunjukan pointer tersebut, digunakan fungsi fetch, seperti
mysql_fetch_assoc(). Struktur: bool mysql_data_seek (resource $result, int
$row_number).
6. mysql_errno Untuk mengembalikan nilai kesalahan
dari operasi MySQL sebelumnya dalam bentuk angka. Struktur: int mysql_errno
([resource $link_identifier ]).
7. mysql_error Untuk mengembalikan nilai kesalahan
dari operasi MySQL sebelumnya dalam bentuk teks. Struktur: string mysql_error
([resource $link_identifier ]).
8. mysql_fetch_array Untuk mendapatkan hasil
baris/record yang digambarkan dalam bentuk array (assosiatif dan angka). Selain
itu, secara internal, penunjuk baris akan bergerak maju sesuai dengan jumlah
record yang ada. Struktur: array mysql_fetch_array (resource $result [, int
$result_type]).
9. mysql_fetch_assoc Untuk mendapatkan hasil
baris/record yang digambarkan dalam bentuk array (assosiatif). Selain itu,
secara internal, penunjuk baris akan bergerak maju sesuai dengan jumlah record
yang ada. Struktur: array mysql_fetch_assoc (resource $result).
10. mysql_fetch_field Untuk mendapatkan keterangan
tentang atribut kolom/field yang dikembalikan dalam bentuk object. Struktur:
object mysql_fetch_field (resource $result [, int $field_offset]).
11. mysql_fetch_lengths Untuk mendapatkan lebar kolom
semua baris, diperoleh dari fungsi mysql_fetch_row(), mysql_fetch_assoc(),
mysql_fetch_array(), dan mysql_fetch_object() yang dituangkan dalam bentuk
array dan dimulai dari offset ke-0. Struktur: array mysql_fetch_lengths
(resource $result).
12. mysql_fetch_row Untuk mendapatkan baris/record
yang dituangkan dalam bentuk array. Untuk mengakses baris/record dengan
mencantumkan nomor index-nya, index dimulai dari offset 0. Struktur: array
mysql_fetch_row (resource $result).
13. mysql_field_len Untuk mengetahui lebar kolom/field
sesuai dengan kolom yang telah ditentukan. $field_offset adalah pilihan index
kolom yang akan dicari. Struktur: int mysql_field_len (resource $result, int
$field_offset).
14. mysql_field_name Untuk memperoleh nama kolom/field
sesuai dengan kolom yang telah ditentukan. $field_offset adalah pilihan index
kolom yang akan dicari. Struktur: string mysql_field_name (resource $result,
int $field_offset).
15. mysql_field_table Untuk mengetahui nama table
berdasarkan kolom/field yang telah ditentukan. Struktur: string
mysql_field_table (resource $result, int $field_offset).
16. mysql_field_type Untuk mendapatkan tipe
kolom/field sesuai dengan field yang telah ditentukan. Struktur: string
mysql_field_type (resource $result, int $field_offset).
17. mysql_free_result Untuk membebaskan sumber daya
memory dari identifier $result. Pembebasan memori perlu dilakukan jika
sekiranya memang sangat dibutuhkan memori yang cukup untuk menampung $result.
Karena sebenarnya, secara otomatis memori akan dibebaskan saat eksekusi skrip
berakhir. Struktur: bool mysql_free_result (resource $result).
18. mysql_list_dbs Untuk menampilkan semua database
yang ada di server MySQL. Struktur: resource mysql_list_dbs ([resource
$link_identifier]).
19. mysql_num_fields Untuk memperoleh jumlah
kolom/field hasil dari operasi query. Struktur: int mysql_num_fields (resource
$result).
20. mysql_num_rows Untuk memperoleh jumlah baris/row
yang merujuk pada $result. Struktur: int mysql_num_rows (resource $result).
21. mysql_query Untuk mengirim perintah query MySQL ke
server. Di mana perintah query lebih dari satu tidak bisa dikenakan pada fungsi
ini. Struktur: resource mysql_query (string $query [, resource
$link_identifier]).
22. mysql_result Untuk mendapatkan hasil data.
Struktur: string mysql_result (resource $result, int $row [, mixed $field]).
23. mysql_select_db Untuk memilih nama salah satu
database yang ada di server MySQL sebagai rujukan sebelum mengakses query
ataupun tabel. Struktur: bool mysql_select_db (string $databse_name [, resource
$link_identifier]).
Semoga bermanfaat :)

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusmakasih mas broo..bermanfaat banget
BalasHapuskunjungi web kampus saya http://www.atmaluhur.ac.id
dan web saya https://kawakenakeruce.mahasiswa.atmaluhur.ac.id